Skip to main content

Cara Efektif Anak Rutin Belajar

Anak tidak mau mengerjakan tugas sekolahnya dirumah? Atau sama sekali tidak ingin mnegerjakan PR-nya meskipun sudah dipaksa oleh Ayah Bunda? Kira-kira mengapa yaa, bisakah kita mengatasinya? Pasti dan harus bisa yaa Ayah Bunda dengan menemukan akar masalah dan tentunya solutif ya..

Mengapa sih anak kita tidak mau mengerjakan PR nya bahkan belajar selama dirumah. Pertama kita harus mencari tahu apa penyebab anak tidak mau belajar atau mengerjakan PRnya, pertama jangan pernah awali dengan memarahi mereka. 



Cari apa yang anak anda mau dengan bertanya disaat mereka sedang dalam suasana senang atau bermain “mengapa sih kakak tidak mau mengerjakan PR yang bu guru tadi minta di sekolah? Susah ya nak? Mau mama bantu buat ngerjakan PR nya” rayu anak dan selalu temani mereka disaat belajar yaa Ayah Bunda, sempatkan memberikan waktu yang berkualitas minimal dengan menemani anak untuk belajar.

Kedua buatlah kesepakatan dengan anak. Membuat waktu belajar pada anak yang tentunya telah disepakati oleh anak juga yaa, jangan hanya sepihak saja dan memaksakan kehendak pribadi, karena jika anak tidak setuju maka anak tidak akan menikmati proses belajarnya bahkan membantah atau menghindar. 

Jika anak tidak rutin untuk belajar dengan waktu yang telah disepakati bersama maka cobalah selalu ingatkan anak, “ kakak, nanti setelah makan malam jangan lupa yaa kakak sudah janji untuk mengerjakan PR dan belajar bersama dengan mama”, sekali lagi jangan gunakan kata-kata kasar atau bernada tinggi dan ancaman kepada anak karena akan semakin membuat anak tidak ingin melakukan apa yang diminta.

Waktu belajar bisa disepakati sesuai apa yang anak mau, namun berikan dia opsi setelah sepulang sekolah langsung jika anda menginginkan anak memiliki waktu tidur siangnya atau memiliki kegiatan lain diluar rumah. Bisa setelah mandi sore atau makan malam. Semuanya bisa namun tetap pada tujuan utama adalah anak belajar dengan waktu yang telah disepakatinya.

Terakhir, jangan lupa berikan anak reward yang mereka inginkan atau dengan apa yang anda dan anak anda telah sepakati, namun jangan biasakan hal ini agar anak memiliki kesadaran dalam kewajibannya belajar membuat PR sebagai tanggungjawabnya. 

Namun alangkah lebih abik jika Ayah dan Bunda menanyakan sewaktu-waktu apa yang diinginkan oleh anak dan tiba-tiba memberikan reward  tersebut secara tiba-tiba dan dengan menyiapkan kalimat pujian kepada anak, ingat kalimat pujian atau positif yaa Yah Bun, bukan kalimat positif yang menyindir, hihi. Semoga berhasil :)

Penulis : Farida Alisha Fasa, S.Psi


Popular posts from this blog

4 Tips mengisi waktu setelah lulus sambil menunggu kerja

Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan ketika kamu akan lulus atau kamu lagi menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan atau instansi yang kamu lamar, berikut tips yang bisa kamu kerjakan sampai keberuntunganmu datang.  Coba lamar pekerjaan sebelum kamu resmi lulus Nah para freshgraduaters banyak yang kehilangan di start awal nih. Salah satunya setelah sidang dan kamu dinyatakan lulus, sebenarnya saat itu juga kamu bisa curi start awal untuk apply kerja di by internet atau langsung masukkan surat lamaran ke instansi yang kamu ingin lamar.  Jangan lupa juga untuk check memang perusahaan atau instansi tersebut memang butuh posisi yang sesuai dengan keahlian kamu ya.. jangan lupa juga buat meminta surat keterangan lulus atau surat pendamping ijazah untuk melamar kerja sembari ijazah aseli yang diterbitkan oleh kampusmu. Manfaatkan social media Kalau kamu memang berniat nggak mencuri start di awal untuk apply kerja karena pengen rebahan dan refreshing sejenak setelah berjuang mat

Cara mudah mengajari anak memecahkan masalah

Memecahkan masalah bisa dilakukan oleh anak sejak usia dini. Dengan mengajarkan anak memecahkan masalah juga bisa dikatakan mengajarkan anak kemandirian. Banyak kasus yang dihadapi oleh orang tua, seperti ketika anak menjadi rewel, menangis hingga melakukan sesuatu yang membuat kita melabelinnya dengan kata “nakal”.   Apalagi ketika anak menangis histeris karena menuruti apa yang kita mau. Tak jarang juga kita menghentikan aktivitas anak kita ketika melakukan sesuatu entah itu membuatnya menjadi kotor, berbahaya atau kekhawatiran semata, karena ketidaktahuan anak kita sehingga ia pun menangis.  Berat sekali yaa bun menjadi ibu, sehingga hal itu yang membuat anda menjadi hebat, hebat untuk memiliki kesabaran dan ketangguhan menghadapi anak, menjadi orang pertama  yang dicari ayah untuk menenangkan anak, nama pertama yang disebut anak ketika ia menangis. Waah hebat sekaii yaa bunda! Nah begitu juga ketika buah hati kita menangis ya bunda, pasti bunda menjadi penenang pertama bagi anaknya

3 Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Tak terasa pandemic corona virus ini akan berlangsung cukup lama dan memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan pola hidup seseorang. Harapan dan keinginan baik dari pemerintah maupun masyarakat tentunya berharap pandemic ini segera berakhir dan Kembali ke kebiasan semula. Hampir mulai dari  segala sektor usaha dan habit seseorang berubah, diantaranya adalah kebutuhan hiburan karena perubahan yang terjadi. Perubahan ini membawa tekanan masing-masing pada diri seseorang yang menghadapinya diantara adalah ketidakpastian kapan berakhirnya pandemic, menjaga diri dengan meningkatkan Kesehatan fisik dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Ada beberapa cara yang harus kamu lakukan agar tetap menjaga Kesehatan mental kamu tanpa khawatir harus berekspektasi pergi berlibur maupun hal – hal lain yang membuat kamu khawatir, antara lain adalah Berolah raga dirumah Lakukan secara rutin meski awalnya akan terasa berat dan harus dipaksa untuk melakukan, ingat membangun habit atau kebiasaan p