Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan bikin anak takut, begini cara berkomunikasi orang tua terhadap anak

Komunikasi adalah hal yang sangat utama dilakukan sebelum seseorang menginginkan suatu (Hasil) bentuk perilaku yang diinginkan. 

parenting, psikologi, pendidikan anak, komunikasi anak,

Komunikasi akan efektif apabila penyampai pesan dapat dipahami maksud dan tujuannya oleh penerima pesan dengan nyaman adalah suatu bentuk komunikasi yang efektif. Lalu, bagaimana caranya kita sebagai orangtua dapat membangun komunikasi yang efektif kepada anak?.

Tentunya orangtua harus paham terhadap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak terlebih dahulu, tidak bisa anak balita diajak orangtua berkomunikasi selayaknya anak usia remaja. 

Terlebih lagi cara penyampaian pesan yang kurang baik menurut anak akan membuat si anak tidak nyaman hingga tidak mengindahkan maksud dari isi pesan tersebut. 

Dalam hal ini akan membahas cara berkomunikasi pada masa kanak-kanak pada usia 6-12 tahun. Yang perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum berkomunikasi yang efektif adalah dengan memahami dan membangun komunikasi terlebih dahulu. 

Hal ini dapat dilakukan dengan cara perhatian dan perhatikan anak sebelum berbicara, berkomunikasi dengan tubuh sejajar dan membuat kontak mata dengan anak, berbicara dengan jelas agar anak dapat memahami dan mengerti dari maksud dan tujuan yang bapak atau ibu sampaikan.

Terutama gunakan kata-kata yang positif dengan tidak mengintimidasi atau mengancam anak seperti “dek, nantik mamah ajak ke mall tapi janji dulu kalau nantik adek tidak boleh beli mainan. Nanti kalo beli nantik mama dan papa akan ninggal adek disana dan nggak bakalan dibelikan mainan lagi.” 

Namun gantilah dengan “ dek, nanti kan ke mal sama mama dan papa, nanti adek disana janji yaa nggak beli mainan lagi, kan kemarin sudah papa belikan mainan baru.”

Selain menyampaikan komunikasi kepada anak, orangtua juga harus memperhatikan komunikasi anak yang akan disampaikan kepada orangtuanya. Dengan cara memahami maksud dan tujuan anak, memperhatikan anak berbicara dengan kontak mata dan tubuh sejajar, menggunakan kata-kata yang berempati terhadap cerita anak, merespon dengan bahasa tubuh, dan tentunya merefleksikan dan umpan balik terhadap anak. 

Lakukan semuanya dengan penuh kasih sayang tanpa merasa capai atau mengluh karena setiap anak ingin didengarkan dan diperhatikan. Komunikasi adalah bentuk dari pekembangan psikososioemosi anak dalam kehidupannya dan lingkungannya.

Penulis : Farida Alisha Fasa, S.Psi.

Post a Comment for "Jangan bikin anak takut, begini cara berkomunikasi orang tua terhadap anak "