Skip to main content

Kenalkan Fungsi Uang dan Menabung Kepada Anak

Dalam hal menanamkan kebiasaan dan perilaku pola hidup pada anak adalah fungsi dari sebuah keluarga dengan ayah dan ibu sebagai guru pertama yang dicontoh oleh anak. Orangtua adalah ibu dan ayah yang selalu menjadi role model bagi anak sejak di usia balita, ingat yaa ayah dan bunda. 

Anak akan belajar hal apapun dari lingkungan terdekatnya dan yang menjadi guru, pendidik, pendengar dan pemberi informasi pertama adala orangtuanya.



Hidup sederhana sejak dini sudah bisa diajarkan kepada anak, contoh sederhanya adalah memberikan  pemahaman mana yang menjadi miliknya dan memberikan pemahaman mengenai kepemilikannya dengan menggunakan sesuai tanggungjawab dan kebutuhan.

Misalkan saja pada saat akan bersekolah di TK maka barang mainan kesukaannya dirumah adalah miliknya namun berlatih tidak boleh selalu dibawa pergi ke sekolah karena di sekolah waktunya untuk belajar dan bersosialisasi dengan teman sebayanya, berlatih untuk berkonsentrasi, dan sebagainya. 

Kemudian belajar untuk memberikan pemahaman mengenai fungsi dari uang. Mengenalkan tentang berapa rupiah mulai dari uang koin hingga kertas. Mengenalkan fungsi uang sebagai alat tukar jika ingin membeli sesuatu hingga belajar mengenai menabung. 

Hal ini perlu dikenalkan kepada anak sedikit demi sedikit. Belajar menabung dengan menyisihkan sebagian uang saku yang dimilikinya dengan menabung akan melatih kesabaran anak. Berikan pemahaman bahwa jika ditabung maka uang yang dimilikinya semakin banyak.

Jika anak menginginkan barang yang diimpikan berikan pengertian bahwa ia dapat memilikinya dengan menabung sedikit demi sedikit, hal seperti ini akan mengajarkan anak untuk memahami arti kesabaran dan melatih perilaku anak untuk tidak menginginkan secara instan. 

Jika perlu ajak anak untuk menghitung dan membelikan barang yang diinginkan dengan uang sakunya sendiri. Namun, setelah itu berikan pemahaman bahwa menabung adalah hal yang mengasyikkan namun memiliki tabungan sendiri adalah hal yang membuat orangtuanya bangga. 

Membelikan barang yang diinginkan anak adalah hal yang wajar bagi orangtua, namun dengan cara mendidiknya agar belajar menjadi orang yang sabar dengan usahanya sendiri alangkah lebih baik.

Namun, ingatkan kepada anak bahwa menabung untuk selalu dibelikan mainan adalah hal yang kurang bagus, maka katakanlah “jika sebaiknya uang adek ditabung lebih banyak kan adek nanti menjadi bangga, mainan adek kan sudah banyak dan masih berfungsi.

Sehingga ayo menabung lagi, menabung adalah hal yang bagus buat adek nantik jika uang adek terkumpul mama papa ajak ke bank yaa untuk belajar menabung lagi” dan sebagainya.

Nah ayah bunda jika parent mempunyai pertanyaan seputar tema yang sama dan tulisan ini memberikan manfaat bagi parents, silahkan tinggalkan pesan pada komentar di bawah ini ya, terimakasih :)

Popular posts from this blog

4 Tips mengisi waktu setelah lulus sambil menunggu kerja

Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan ketika kamu akan lulus atau kamu lagi menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan atau instansi yang kamu lamar, berikut tips yang bisa kamu kerjakan sampai keberuntunganmu datang.  Coba lamar pekerjaan sebelum kamu resmi lulus Nah para freshgraduaters banyak yang kehilangan di start awal nih. Salah satunya setelah sidang dan kamu dinyatakan lulus, sebenarnya saat itu juga kamu bisa curi start awal untuk apply kerja di by internet atau langsung masukkan surat lamaran ke instansi yang kamu ingin lamar.  Jangan lupa juga untuk check memang perusahaan atau instansi tersebut memang butuh posisi yang sesuai dengan keahlian kamu ya.. jangan lupa juga buat meminta surat keterangan lulus atau surat pendamping ijazah untuk melamar kerja sembari ijazah aseli yang diterbitkan oleh kampusmu. Manfaatkan social media Kalau kamu memang berniat nggak mencuri start di awal untuk apply kerja karena pengen rebahan dan refreshing sejenak setelah berjuang mat

Cara mudah mengajari anak memecahkan masalah

Memecahkan masalah bisa dilakukan oleh anak sejak usia dini. Dengan mengajarkan anak memecahkan masalah juga bisa dikatakan mengajarkan anak kemandirian. Banyak kasus yang dihadapi oleh orang tua, seperti ketika anak menjadi rewel, menangis hingga melakukan sesuatu yang membuat kita melabelinnya dengan kata “nakal”.   Apalagi ketika anak menangis histeris karena menuruti apa yang kita mau. Tak jarang juga kita menghentikan aktivitas anak kita ketika melakukan sesuatu entah itu membuatnya menjadi kotor, berbahaya atau kekhawatiran semata, karena ketidaktahuan anak kita sehingga ia pun menangis.  Berat sekali yaa bun menjadi ibu, sehingga hal itu yang membuat anda menjadi hebat, hebat untuk memiliki kesabaran dan ketangguhan menghadapi anak, menjadi orang pertama  yang dicari ayah untuk menenangkan anak, nama pertama yang disebut anak ketika ia menangis. Waah hebat sekaii yaa bunda! Nah begitu juga ketika buah hati kita menangis ya bunda, pasti bunda menjadi penenang pertama bagi anaknya

3 Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Tak terasa pandemic corona virus ini akan berlangsung cukup lama dan memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan pola hidup seseorang. Harapan dan keinginan baik dari pemerintah maupun masyarakat tentunya berharap pandemic ini segera berakhir dan Kembali ke kebiasan semula. Hampir mulai dari  segala sektor usaha dan habit seseorang berubah, diantaranya adalah kebutuhan hiburan karena perubahan yang terjadi. Perubahan ini membawa tekanan masing-masing pada diri seseorang yang menghadapinya diantara adalah ketidakpastian kapan berakhirnya pandemic, menjaga diri dengan meningkatkan Kesehatan fisik dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Ada beberapa cara yang harus kamu lakukan agar tetap menjaga Kesehatan mental kamu tanpa khawatir harus berekspektasi pergi berlibur maupun hal – hal lain yang membuat kamu khawatir, antara lain adalah Berolah raga dirumah Lakukan secara rutin meski awalnya akan terasa berat dan harus dipaksa untuk melakukan, ingat membangun habit atau kebiasaan p