Skip to main content

Solusi OrangTua Bekerja Bagi Anak Di Rumah

Bekerja merupakan suatu kewajiban dalam memenuhi kebutuhan pokok dan juga merupakan suatu ibadah dan pilihan bagi tiap individu. Namun bagaimana ketika setelah menikah dan memiliki anak kedua orangtua memilih untuk bekerja? 

Bisakah?. Tentu saja bisa, yuk perhatikan hal-hal berikut terlebih lagi jika anda memiliki anak balita hingga anak-anak pada usia sekolah dasar.

Anak-anak balita apalagi anak yang telah mengerti secara kognitifnya pada masa sekolah dasar membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang besar dari kedua orangtuanya. Ketika orangtua sudah memberikan pengertian kepada anak bahwa ayah dan ibu harus bekerja dari pagi hingga petang dan anak diajarkan barus mengerti itu. 



Memang sebagian besar anak yang ketika kedua orangtuanya bekerja akan lebih mandiri namun tetap saja pada diri anak yang telah terbiasa menerima orangtuanya bekerja juga masih membutuhkan perhatian di setiap hari-harinya.

Cara untuk mengatasi permasalahan bahwa ayah dan ibu bekerja salah satunya adalah ayah dan ibu mau dan mampu meluangkan sedikit waktu anda ditiap hari-harinya anak secara konsisten. Setelah merasa capek bekerja namun jangan pernah lupakan untuk menyapa dan datang ke kamar anak dan menanyakan apakah saja yang telah ia lakukan seharian ini.

Pasti anak akan bercerita dengan senang karena ia perlu perhatian dan tempat mendengar yang baik yaitu orangtuanya. Mendongeng sebagai pengantar tidur juga akan menjadikan waktu anda yang sebentar itu bisa dikenang oleh anak dan ia berpikir bahwa ayah dan ibu selalu ada untuknya.

Kemudian kegiatan lain yang bisa dilakukan yakni membantunya untuk mengerjakan tugas rumah dan tiap paginya dengan anda membangunkan tidurnya lalu membantunya menyiapkan keperluan sekolah sampai bekalnya dan hal-hal lainnya bisa jadi adalah hal yang sepele namun sangat berarti bagi buah hati anda.

Sedikit waktu yang orangtua miliki tiap harinya sebelum dan sesudah bekerja akan membantu anak untuk memiliki quality timenya sendiri. Sangat penting hal ini dilakukan karena sebagai bentuk pengganti waktu bekerja orangtuanya yang tidak sempat dilakukan bersama dengan anak. 

Tidak perlu hanya seminggu sekali untuk membangun dan memiliki waktu berkualitas dengan anak, perhatian kecil namun konsisten akan sangat berharga bagi si kecil yaa ayah bunda. Memang akan sulit pada awalnya namun akan lebih mudah jika sudah terbiasa.

Berlibur tiap akhir pekannya juga merupakan salah stau bentuk dari quality time yang bisa dilakukan orangtua yang sedang bekerja, namun apakah benar-benar berkualitas? Tentu, hampir semua anak-anak menyukai berlibur.

Selain itu ketika hari libur manfaatkan waktu benar-benar untuk keluarga yaa parents, terutama hal-hal yang bisa dilakukan bersama dan melibatkan anak bisa saja sangat menyenangkan. Nah beberapa tips bisa parents lakukan dengan anak, tentunya harus dengan bahagia yaa. Selamat beraktivitas :)

Popular posts from this blog

4 Tips mengisi waktu setelah lulus sambil menunggu kerja

Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan ketika kamu akan lulus atau kamu lagi menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan atau instansi yang kamu lamar, berikut tips yang bisa kamu kerjakan sampai keberuntunganmu datang.  Coba lamar pekerjaan sebelum kamu resmi lulus Nah para freshgraduaters banyak yang kehilangan di start awal nih. Salah satunya setelah sidang dan kamu dinyatakan lulus, sebenarnya saat itu juga kamu bisa curi start awal untuk apply kerja di by internet atau langsung masukkan surat lamaran ke instansi yang kamu ingin lamar.  Jangan lupa juga untuk check memang perusahaan atau instansi tersebut memang butuh posisi yang sesuai dengan keahlian kamu ya.. jangan lupa juga buat meminta surat keterangan lulus atau surat pendamping ijazah untuk melamar kerja sembari ijazah aseli yang diterbitkan oleh kampusmu. Manfaatkan social media Kalau kamu memang berniat nggak mencuri start di awal untuk apply kerja karena pengen rebahan dan refreshing sejenak setelah berjuang mat

Cara mudah mengajari anak memecahkan masalah

Memecahkan masalah bisa dilakukan oleh anak sejak usia dini. Dengan mengajarkan anak memecahkan masalah juga bisa dikatakan mengajarkan anak kemandirian. Banyak kasus yang dihadapi oleh orang tua, seperti ketika anak menjadi rewel, menangis hingga melakukan sesuatu yang membuat kita melabelinnya dengan kata “nakal”.   Apalagi ketika anak menangis histeris karena menuruti apa yang kita mau. Tak jarang juga kita menghentikan aktivitas anak kita ketika melakukan sesuatu entah itu membuatnya menjadi kotor, berbahaya atau kekhawatiran semata, karena ketidaktahuan anak kita sehingga ia pun menangis.  Berat sekali yaa bun menjadi ibu, sehingga hal itu yang membuat anda menjadi hebat, hebat untuk memiliki kesabaran dan ketangguhan menghadapi anak, menjadi orang pertama  yang dicari ayah untuk menenangkan anak, nama pertama yang disebut anak ketika ia menangis. Waah hebat sekaii yaa bunda! Nah begitu juga ketika buah hati kita menangis ya bunda, pasti bunda menjadi penenang pertama bagi anaknya

3 Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Tak terasa pandemic corona virus ini akan berlangsung cukup lama dan memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan pola hidup seseorang. Harapan dan keinginan baik dari pemerintah maupun masyarakat tentunya berharap pandemic ini segera berakhir dan Kembali ke kebiasan semula. Hampir mulai dari  segala sektor usaha dan habit seseorang berubah, diantaranya adalah kebutuhan hiburan karena perubahan yang terjadi. Perubahan ini membawa tekanan masing-masing pada diri seseorang yang menghadapinya diantara adalah ketidakpastian kapan berakhirnya pandemic, menjaga diri dengan meningkatkan Kesehatan fisik dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Ada beberapa cara yang harus kamu lakukan agar tetap menjaga Kesehatan mental kamu tanpa khawatir harus berekspektasi pergi berlibur maupun hal – hal lain yang membuat kamu khawatir, antara lain adalah Berolah raga dirumah Lakukan secara rutin meski awalnya akan terasa berat dan harus dipaksa untuk melakukan, ingat membangun habit atau kebiasaan p